Blog ni Bayo Parkusip

padang lawas tano hangoluan

Semua terjadi karena suatu alasan

Jum’at, 17 Juli 2009

Do’a dan permintaan kita kepada Allah  SWT kadang dikabulkan dan terkadang tidak dikabulkan, kalau tidak dikabulkan tentunya karena suatu alasan tertentu yang mana pikiran dan nalar kita belum mampu menjangkau alasan dibalik penolakan tersebut.

Coba kita simak cerita berikut ini:

Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa.
Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat.

Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat
ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang
guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington . Tiap hari aku berlari ke
kotak pos.

Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabul. Aku lolos penyisihan pertama.
Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikut, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test
fisik dan mental. Begitu test seles ai , aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin
dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti
program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center .

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang
berkumpul untuk penil ai an akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan,
percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ? …
Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.

Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.
Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi.

Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan
semuanya. Kenapa Tuhan? … Kenapa bukan aku? … Bagian diriku yang mana yang kurang? …
Mengapa aku diperlakukan kejam? …

Aku berpaling pada ayahku. Katanya,”Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran
Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk
terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.
Kenapa bukan aku?. Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan
menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang..

Aku teringat kata-kata ayahku,”Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam
penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan l ai n
untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi l ai n dalam hidup. Aku tidak kalah; aku
seorang pemenang.

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada
Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :

1. Apabila Tuhan mengatakan YA; maka kita akan MENDAPATKAN APA YANG KITA MINTA
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK; maka kita akan mendapatkan yang LEBIH BAIK
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU; maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan
kehendak- NYA

Tuhan tidak pernah terlambat, DIA juga tidak tergesa-gesa namun DIA tepat waktu….

 

17 Juli 2009 - Posted by | Motivasi |

1 Komentar »

  1. visit my blog again
    http://jerzz.wordpress.com/
    http://blackercomputerz.wordpress.com/

    Komentar oleh jerzz | 22 Juli 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: