Blog ni Bayo Parkusip

padang lawas tano hangoluan

Pandangan Ahlul-Baiyt Berkenaan Nabi SAW

Sabtu, 4 Juli 2009

Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas

Melalui Muhammad s.a.w.  Allah s.w.t. memberi petunjuk kepada seluruh Ummat, jalan yang benar yaitu jalan yang diredhai oleh Allah s.w.t. Melalui perjuangan yang tidak pernah berputus asa, Rasulallah s.a.w., dan keturunannya telah berjaya menyebarkan Islam keseluruh pelosok dunia, dengan tidak mengharapkan upah ataupun ganjaran dari manusia, sesuai dengan firman Allah s.w.t. dalam firmannya yang bermaksud,”Katakanlah (hai Muhammad), Aku tidak meminta apa-apa upah daripada kamu sekalian dalam dakwah ini, melainkan kecintaan terhadap keluarga.” (Q.S.Asysyura:23)

Ayat ini diturunkan karena meskipun Rasulallah s.a.w. telah bersusah payah menyelamatkan bangsa Arab yang kehidupan mereka sebelumnya berada dalam zaman kegelapan, kesesatan, berpecah belah, kezaliman, dan tidak dipedulikan dunia sekelilingnya menuju zaman cahaya yang terang benderang, zaman kebenaran,  zaman keadilan, zaman perpaduan, sehingga bangsa Arab menjadi satu ummat yang bersatu padu dan disegani dunia seluruhnya.

Rasulullah s.a.w. telah menyelamatkan manusia dari kesesatan. Mereka diajarkan supaya hanya menyembah  Allah s.w.t. yang telah menciptakan alam dengan segala apa yang ada didalamnya. Sebelumnya, perikemanusiaan yang berada dalam sifat-sifat kebinatangan yang kuat, menindas yang lemah, yang kaya memeras yang miskin telah bertukar kepada sifat penuh kemanusiaan dan pembelaan terhadap mereka yang lemah dan teraniaya. Masa jahiliyah yang penuh dengan kebodohan sehingga mudah ditipu dan dipermainkan oleh penguasa yang zalim, telah bertukar dengan zaman mencintai Ilmu Pengetahuan yang telah banyak melahirkan cerdik pandai Islam yang  telah mengembangkan berbagai Ilmu Pengetahuan yang berguna untuk seluruh manusia dan makhluk lainnya.

Rasulullah s.a.w. dan keturunannya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah s.w.t. telah menjelajah seluruh pelosok dunia, untuk menyebarkan Islam dan ajarannya yang benar. Meskipun demikian jerih payah yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah s.a.w. dan keluarganya yang terdekat, oleh karena manusia yang sifatnya suka melupakan jasa orang yang telah berjasa, habis manis sepah dibuang, maka Nabi mengingatkan Ummatnya bahwa, Nabi s.a.w. tidak mengharapkan apa-apa upah, hanya Nabi s.a.w. mengharapkan Ummatnya tahu berterimakasih dan mengenang jasa, dengan cara menyayangi dan mengasihi keluarga Rasulallah s.a.w. yang beriman dan bertaqwa serta berjuang dalam meninggikan Islam dan ajarannya yang benar.

Oleh karena ramai manusia yang tidak memperdulikan lagi pesanan Nabi s.a.w. sekarang ini, maka apa yang telah terjadi didunia Islam sekarang ini. Mereka berpecah belah menjadi golongan kecil, yang bersaing antara satu dan lainnya. Mereka berpecah belah menjadi negara-negara kecil yang yang bergantung nasib kepada musuh-musuh Islam. Mereka terpaksa tunduk kepada musuh dengan menggadaikan marwah dan semua apa yang mereka miliki. Sehingga ajaran Islam yang memerintahkan supaya Ummat Islam berjuang dalam satu barisan seumpama sebuah bangunan yang kukuh yang saling menguatkan satu dengan lainnya, telah berubah menjadi satu bangunan yang rapuh yang menunggu saat kehancurannya saja lagi.

Peringatan Nabi s.a.w. supaya Ummatnya saling bantu  membantu antara satu dengan lain, tidak diamalkan sehingga jika ada ummat Islam yang sedang dalam kesusahan dan kesengsaraan kita dapat saksikan mereka tidak dipedulikan oleh ummat Islam yang mampu membantu. Anehnya yang memberikan bantuan ialah orang-orang yang bukan Islam yang sudah tentu terpaksa dibayar dengan bayaran yang sungguh mengecewakan ummat Islam seluruhnya. 

Oleh karena itu jika kita Ummat Islam sekarang ini mengharapkan Islam dan Ummatnya menjadi satu Ummat yang mulia dan disegani dimasa yang akan datang, maka perlulah mereka mengikuti kembali perintah Allah dan Rasul-Nya Muhammad s.a.w. Mereka perlu bersatu padu kembali, bekerjasama dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama, bertolak ansur dalam hal-hal kecil. Mereka berjuang dalam satu barisan seumpama satu bangunan yang kokoh saling kuat menguatkan, seumpama sebuah tubuh jika sebahagian disakiti yang lainnya juga ikut merasainya. Mereka saling tolong menolong dalam jalan yang benar dan bertaqwa kepada Allah dan tidak bertolong menolong dalam kejahatan dan saling bermusuh-musuhan dan tidak berpecah belah.

Insya-Allah dengan mengikuti contoh teladan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad s.a.w.dan Ahlul Baiytnya Insya-Allah Islam dan Ummatnya akan kembali memperoleh kejayaannya kembali.

Amin.

4 Juli 2009 - Posted by | Islami |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: