<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog ni Bayo Parkusip</title>
	<atom:link href="http://parkusip.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://parkusip.wordpress.com</link>
	<description>padang lawas tano hangoluan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Aug 2009 03:02:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='parkusip.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog ni Bayo Parkusip</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://parkusip.wordpress.com/osd.xml" title="Blog ni Bayo Parkusip" />
	<atom:link rel='hub' href='http://parkusip.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ungut-ungut sipaingot</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com/2009/08/01/ungut-ungut-sipaingot/</link>
		<comments>http://parkusip.wordpress.com/2009/08/01/ungut-ungut-sipaingot/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 03:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parkusip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adat Mandailing Tap-Sel]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung halaman]]></category>
		<category><![CDATA[ungut-ungut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkusip.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 01 Agustus 2009 Malapat lapat baya ria-ria Naompas tu batang koje Ulang lalat dongan manjalaki dunia Pikirkon do sibuk ingkon namate Layang layang terbang melayang Ditoru nai alak namanyabi Muda masuk dongan waktu sumbayang Tinggalkon majolo karejo mi Panyabungan tu Kotanopan Antara nai Purba Lamo Duniaon porlu iparsitiopan Akhiratna antong Ulang sanga Mago Bulu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=270&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 01 Agustus 2009</p>
<p>Malapat lapat baya ria-ria<br />
Naompas tu batang koje<br />
Ulang lalat dongan manjalaki dunia<br />
Pikirkon do sibuk ingkon namate</p>
<p>Layang layang terbang melayang<br />
Ditoru nai alak namanyabi<br />
Muda masuk dongan waktu sumbayang<br />
Tinggalkon majolo karejo mi</p>
<p>Panyabungan tu Kotanopan<br />
Antara nai Purba Lamo<br />
Duniaon porlu iparsitiopan<span id="more-270"></span><br />
Akhiratna antong Ulang sanga Mago</p>
<p>Bulu Parapat Baen Tulila<br />
Bulu Tolang di bagasan Kadangan<br />
Muda lalat kita baya manjalaki dunia<br />
Pasti manyosal di adopan ni Tuhan</p>
<p>Muda maragat di tonga harangan<br />
Ulang lupa maroban Taguk<br />
Muda lalat kita baya manjalaki sinadongan<br />
Inda dong ubana ita nasongon namartanduk</p>
<p>Manangkok baya pasar di laru<br />
Manuat dalan tu Tambangan<br />
Inda dong sudena nangkan nalalu<br />
Anggo lalat marangan-angan</p>
<p>Unte Manis Baya Di Kayu Laut<br />
Obanon Tu Batunadua<br />
Pala Ro Baya Si Malaikal Maut<br />
Inda tardokon naget maradaboru dua</p>
<p>Manangkok tu Roburan<br />
Tarpaida Sorik Marapi<br />
Dung Lalu Dope Saulakon Tu Kuburan<br />
So baru Taraso Milas Ni Api</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkusip.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkusip.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parkusip.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parkusip.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parkusip.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parkusip.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parkusip.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parkusip.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parkusip.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parkusip.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parkusip.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parkusip.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parkusip.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parkusip.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=270&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkusip.wordpress.com/2009/08/01/ungut-ungut-sipaingot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afed3f4e6456dc301c697437ef4795c7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parkusip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapakah Kita Hingga Pantas Mengklaim Diri Sempurna?</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com/2009/08/01/siapakah-kita-hingga-pantas-mengklaim-diri-sempurna/</link>
		<comments>http://parkusip.wordpress.com/2009/08/01/siapakah-kita-hingga-pantas-mengklaim-diri-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 01:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parkusip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[siapakah kita?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkusip.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 01 Agustus 2009 Konon, salah satu profesi paling bergengsi adalah sebagai konsultan. Baik konsultan management, motivator, trainer dan beragam jenis konsultan lainnya. Diluar soal penghasilan, profesi sebagai konsultan itu sekeren namanya;’tempat berkonsultasi’. Lazimnya, kita berkonsultasi kepada orang yang dianggap memiliki ’kelebihan’ dari kita. Sebab, tidaklah mungkin mengkonsultasi sesuatu kepada orang yang tidak memiliki kelebihan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=266&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 01 Agustus 2009</p>
<p align="justify">Konon, salah satu profesi paling bergengsi adalah sebagai konsultan. Baik konsultan management, motivator, trainer dan beragam jenis konsultan lainnya. Diluar soal penghasilan, profesi sebagai konsultan itu sekeren namanya;’tempat berkonsultasi’. Lazimnya, kita berkonsultasi kepada orang yang dianggap memiliki ’kelebihan’ dari kita. Sebab, tidaklah mungkin mengkonsultasi sesuatu kepada orang yang tidak memiliki kelebihan itu. Karena posisinya yang tinggi itu, kemudian kita sering salah kaprah. Kita menganggap bahwa konsultan adalah orang yang serba tahu dan serba benar. Sehingga, <span id="more-266"></span>kita mengira bahwa seorang konsultan adalah manusia sempurna yang terbebas dari kesalahan dan kelemahan. Apa benar demikian?</p>
<p align="justify">Sekedar untuk memudahkan pembahasan selanjutnya, mari kita membagi fungsi konsultan kedalam 2 bagian besar. Sebut saja konsultan bidang teknis, dan non-teknis. Bidang teknis misalnya konsultan management, konsultan proyek dan sebagainya. Sedangkan konsultan non teknis misalnya konsultan psikologi, konsultan bimbingan penyuluhan, konsultan perilaku, serta para trainers dan motivators yang juga termasuk kedalamnya.</p>
<p>Mari kita bahas tentang konsultan bidang teknis. Para konsultan bidang teknis sekurang-kurangnya harus memiliki 2 hard skill. Yaitu, penguasaan terhadap bidang yang ditanganinya, dan kedua adalah pengalaman aktual yang pernah dijalaninya. Sehingga, agak janggal jika seseorang yang hanya memahami textbook menjadi konsultan bidang teknis. Karena, jasa konsultasi yang diberikannya harus ditopang oleh pengalaman nyata yang dijalani dilapangan. Misalnya, jika seseorang mengatakan; ”begini lho, cara menjual yang sukses itu&#8230;” tapi dia tidak pernah menjadi seorang sales person. Wagu.</p>
<p>Masalahnya adalah; kita tidak mungkin ’mengalami’ semua hal teknis didalam industri manapun. Lagipula, ilmu berkembang terus, sehingga apa yang kita pelajari di bangku kuliah mungkin sudah tidak relevan lagi. Lebih dari itu, situasi dan lingkungan dunia bisnis kita terus-menerus bergerak. Sehingga, boleh jadi pengalaman kita tidak lagi sejalan dengan apa yang terjadi saat ini, apalagi kemungkinan-kemungkinannya dimasa depan. Lantas, bagaimana dong ya?</p>
<p>Bagaimana? Ya, ’bagaimana’ adalah jawabannya. Yaitu, ’bagaimana’ jika kita terus belajar? Sebab, jika kita terus belajar, maka sekurang-kurangnya kita memiliki 2 karakteristik unik, yaitu; pertama, kita selalu bisa mengadopsi pengetahuan dan kemampuan  baru. Kedua, kita memiliki sifat rendah hati. Sebab, kesadaran untuk terus belajar adalah bibit dari pengakuan bahwa kita ini bukan mahluk yang sempurna. Dan jika kita tidak sempurna, maka kita tidak memiliki alasan untuk menutup diri dari masukan dan kritikan orang lain. Sehingga, ’ukuran’ kepala kita tidak membesar hanya karena kita merasa sudah menjadi konsultan bagi orang lain.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah; siapakah guru terbaik untuk membimbingnya menjalani proses pembelajaran tanpa henti itu? Saya meyakini bahwa, guru terbaik bagi seorang konsultan teknis adalah; klien-kliennya. Berguru kepada klien? Mengapa tidak? Sebab, didalam permasalahan yang mereka hadapi itu tersimpan berjuta kesempatan untuk belajar dan meningkatkan diri.</p>
<p>Bagaimana dengan konsultan non-teknis? Secara pribadi saya menganggap bahwa tanggungjawab moral seorang konsultan non-teknis memiliki bobot yang lebih besar lagi. Mengapa? Karena, ketika kita berbicara tentang ’values’ atau sistem nilai dan moral, maka kita sama sekali tidak bisa memisahkan diri dari implementasi sistem nilai itu barang sedetikpun. Begitu idealnya. Misalnya, didalam bidang konsultasi non-teknis kita mengenal sebutan ’motivator’. Jika seseorang sudah menjadi atau mengklaim diri sebagai motivator, apakah dia tidak pernah kekurangan motivasi? Kenyataannya, kita tidak selalu bisa begitu. Sebab, bahkan para motivator pun mengetahui bahwa yang namanya motivasi itu sifatnya bisa naik dan bisa turun. Dan itu sama artinya dengan mengakui bahwa motivasi seorang motivator pun bisa turun. Dengan kata lain; seorang motivator sekalipun membutuhkan motivasi.</p>
<p>Butuh kebesaran hati untuk mengakui bahwa kita ini memang tidak sempurna. Dan lebih besar lagi kebesaran hati yang mesti kita miliki untuk mengakui bahwa kita belajar dari orang-orang yang selama ini menjadi klien kita. Dari mereka yang menganggap bahwa kita adalah konsultan bagi mereka. Sebesar keberanian untuk mengakui bahwa guru-guru terbaik kita adalah mereka. Sehingga, selayaknya yang kita harapkan dari mereka bukanlah feedback atau komentar positif saja. Melainkan juga hal-hal tertentu yang mesti kita perbaiki. Sehingga, ketika kita mengharapkan feedback dari mereka, kita tidak hanya berharap mereka bicara bagus tentang yang ingin kita dengar. Melainkan juga, kekurangan yang bisa kita tingkatkan. Dengan begitu, seorang konsultan bisa diposisikan sederajat dengan kliennya. Tidak lebih tinggi. Atau lebih rendah. Sebab, klien membutuhkan sang konsultan untuk membantunya menemukan solusi. Sedangkan konsultan membutuhkan kliennya lebih dari sekedar urusan uang. Melainkan sebagai guru, untuk terus belajar dan meningkatkan diri. Dengan begitu, kita kembali kepada kesadaran bahwa; kita ini memang tidak sempurna. Namun, dibalik ketidaksempurnaan ini, kita bisa saling mengisi agar bisa semakin baik dari hari ke hari.</p>
<p>Mari Berbagi Semangat!<br />
Dadang Kadarusman </p>
<p><!-- JOM COMMENT START --></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkusip.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkusip.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parkusip.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parkusip.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parkusip.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parkusip.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parkusip.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parkusip.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parkusip.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parkusip.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parkusip.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parkusip.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parkusip.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parkusip.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=266&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkusip.wordpress.com/2009/08/01/siapakah-kita-hingga-pantas-mengklaim-diri-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afed3f4e6456dc301c697437ef4795c7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parkusip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemandangannya Yang Buram, Atau Kacamatanya Yang Harus Diganti?</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com/2009/08/01/pemandangannya-yang-buram-atau-kacamatanya-yang-harus-diganti/</link>
		<comments>http://parkusip.wordpress.com/2009/08/01/pemandangannya-yang-buram-atau-kacamatanya-yang-harus-diganti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 01:39:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parkusip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[denotatif]]></category>
		<category><![CDATA[konotatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkusip.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 01 Agustus 2009 Kacamata. Sebuah frase yang memiliki makna denotatif dan konotatif. Dia bisa berarti sebuah alat untuk membantu memperbaiki daya penglihatan, namun bisa bermakna ’cara kita memandang sesuatu’. Dengan kacamata yang salah, situasi apapun yang kita hadapi; akan dipersepsikan secara negatif. Namun, dengan kacamata yang baik kita selalu mampu menemukan sisi positif dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=264&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 01 Agustus 2009</p>
<div>Kacamata. Sebuah frase yang memiliki makna denotatif dan konotatif. Dia bisa berarti sebuah alat untuk membantu memperbaiki daya penglihatan, namun bisa bermakna ’cara kita memandang sesuatu’. Dengan kacamata yang salah, situasi apapun yang kita hadapi; akan dipersepsikan secara negatif. Namun, dengan kacamata yang baik kita selalu mampu menemukan sisi positif dari setiap peristiwa yang kita alami. Bahkan sekalipun peristiwa itu kurang menyenangkan. Benarkah demikian? Benar. Karena kita percaya bahwa <span id="more-264"></span>setiap peristiwa itu seperti keping mata uang. Terserah; apakah kita memfokuskan sudut pandang pada sisi positif, atau negatifnya?</div>
<p align="justify">Kacamata ini sudah saya gunakan selama lebih dari tiga tahun. Salah satu alasan mengapa saya tidak ingin menggantinya adalah karena saya merasa nyaman dengannya. Dan, karena setiap hari saya menggunakannya; maka saya tidak menyadari bahwa sesuatu telah terjadi dengan penglihatan ini. Pada awalnya, saya merasakan sakit kepala yang semakin lama semakin sering terjadi. Kemudian, text film di TV terlihat kurang jelas sehingga saya berusaha mengubah-ubah kabel antena. Namun, setelah sekian lama; saya tidak berhasil membuat gambar di TV lebih jelas. Bahkah sekalipun tiang antena diatap rumah sudah diputar-putar kesana-kemari. Jangan-jangan, ’kesalahan bukan pada pesawat televisi&#8230;.’.</p>
<p>Benar saja. Pemeriksaan menunjukkan bahwa kacamata itu tidak lagi cocok dengan kondisi mata saya. Rupanya, itulah yang menyebabkan mengapa pandangan saya tidak lagi jernih. Hari itu, tiba-tiba saya menyadari bahwa selama ini saya sering memandang hidup dalam suasana yang suram. Bahkan, kadang-kadang gelap seperti diselimuti kabut. Jangan-jangan, semua itu terjadi karena saya keliru menggunakan ’kacamata’ dalam memandang hidup. Ketika menghadapi kesulitan hidup; kita sering berkeluh kesah, hingga tak jarang kehilangan harapan. Seolah dunia ini nyaris runtuh. Bahkan, ketika prospek yang kita kunjungi mengatakan ’tidak’ terhadap produk yang kita tawarkan, kita merasa kesakitan yang tajam didalam hati. Atau, ketika surat lamaran kerja kita tidak kunjung mendapatkan balasan, kita merasa dunia ini tertutup bagi kita. Atau, ketika seorang gadis mengatakan ’maaf, saya belum bisa menerimamu,’ kita menganggap itu sebagai sebuah penghinaan. Kita sering gagal melihatnya dari sisi positif, sehingga batin kita dikuasai oleh kesimpulan dan sikap negatif.  </p>
<p>Dengan kacamata yang keliru, bahkan kabar baikpun bisa dipersepsikan secara keliru. Ketika kita mendapatkan promosi jabatan; kita menganggapnya kesempatan untuk menepuk dada. ’Sekarang gue ini boss; elu pade mesti hormat sama gue!’ Ketika Tuhan memberikan kelapangan harta, kita melihatnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa derajat kita lebih tinggi dari orang lain yang pada miskin. Ketika dianugerahi keluasan ilmu, kita mengira orang lain bodoh.</p>
<p>Petugas optik menyarankan saya untuk mengganti lensa kacamata itu. Lalu saya mengikuti sarannya. Ajaib sekali, sejak saya mengganti lensa kacamata itu, saya tidak lagi mengeluhkan sakit kepala yang selama ini menghantui. Pesawat televisi saya menampilkan gambar yang jelas lagi bersih. Dan saya memandang dunia seolah menampilkan suasana baru yang jauh lebih cerah dari sebelumnya. Hal ini benar dalam pengertian sesungguhnya, maupun dalam konteks metafora. Buktinya, dengan ’kacamata’ yang benar kita selalu melihat harapan didalam kesulitan hidup seberat apapun yang kita hadapi. Sebab, kita meyakini bahwa didalam setiap kesulitan, selalu terdapat kemudahan.</p>
<p>Ketika seorang pelanggan mengatakan; ’maaf, saya tidak jadi membeli produk anda’, tiba-tiba saja kita menyadari bahwa cara pendekatan atau teknik penjualan yang kita gunakan itu masih belum tepat, sehingga kita harus memperbaikinya. Atau, mungkin produk kita tidak lagi memiliki keunggulan sehingga kita menjadi tertantang untuk melakukan inovasi. Tanpa penolakan itu, kita mungkin tidak pernah sampai kepada kesadaran sedalam itu.</p>
<p>Kacamata itu jugalah yang memberi kita kemampuan untuk menerima semua cobaan yang Tuhan berikan sebagai sarana bagi kita untuk ’naik tingkat’ dimataNya. Sebab, bukankah para guru spiritual kita selalu mengatakan bahwa; <em>”Jika Tuhan ingin menaikkan derajat seorang hamba, maka Dia akan memberinya sebuah cobaan. Jika hamba itu dapat melalui cobaan itu dengan tulus dan penuh kesadaran, maka tingkat keimanannya akan semakin tinggi.”</em></p>
<p>Kita semua tahu, bahwa semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka semakin tinggi juga rasa sayang Tuhan kepadanya. Dan semakin sayang Tuhan kepada seseorang, maka semakin besar peluang baginya untuk manjadi pribadi yang lebih baik. Sebab, ketika seorang pribadi yang baik tengah melalui roda kehidupan yang berat; maka dia akan melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Sedangkan, ketika tengah ditaburi oleh berjuta keberhasilan; dia akan menjadi semakin rendah hati. Sebab, dengan kacamata yang baik, dia menyadari bahwa apapun yang terjadi dalam hidupnya; tiada lain selain kesempatan bagi dirinya untuk semakin mendekatkan diri, kepada Sang Pemilik Sejati.</p>
<p align="justify"><strong>Oleh : Dadang Kadarusman  </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkusip.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkusip.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parkusip.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parkusip.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parkusip.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parkusip.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parkusip.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parkusip.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parkusip.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parkusip.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parkusip.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parkusip.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parkusip.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parkusip.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=264&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkusip.wordpress.com/2009/08/01/pemandangannya-yang-buram-atau-kacamatanya-yang-harus-diganti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afed3f4e6456dc301c697437ef4795c7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parkusip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendirian lembaga kursus</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/23/pendirian-lembaga-kursus/</link>
		<comments>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/23/pendirian-lembaga-kursus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 01:42:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parkusip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bentuk Badan Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[kursus]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan non formal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkusip.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 23 Juli 2009 Menghadapi krisis global saat ini, Putri &#8211; seorang ibu rumah tangga yang cerdas, merasa perlu untuk berbuat sesuatu guna mendukung suaminya dalam mencari tambahan nafkah untuk keluarganya. Dia berharap dengan adanya tambahan income tersebut, dia bisa mewujudkan cita-citanya untuk memasukkan dua gadis kecilnya ke sekolah bermutu guna mencapai masa depannya nanti. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=252&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamis, 23 Juli 2009</p>
<p>Menghadapi krisis global saat ini, Putri &#8211; seorang ibu rumah tangga yang cerdas, merasa perlu untuk berbuat sesuatu guna mendukung suaminya dalam mencari tambahan nafkah untuk keluarganya. Dia berharap dengan adanya tambahan income tersebut, dia bisa mewujudkan cita-citanya untuk memasukkan dua gadis kecilnya ke sekolah bermutu guna mencapai masa depannya nanti. Selama ini dia sudah mencari berbagai peluang melalui internet, mengenai bentuk usaha apa yang paling dan cukup tahan menghadapi krisis global ini.<span id="more-252"></span><br />
Setelah searching selama beberapa waktu, dan melakukan berbagai perbandingan, Putri menemukan bahwa bisnis pendidikan adalah yang paling ideal dalam masa krisis saat ini. Saat ini, sebagian orang berhemat dalam mengatur pengeluarannya, antara lain, mengurangi frekwensi makan di luar, frekwensi membeli pakaian, dan accessories. Tapi ada 1 hal yang tidak di hemat, yaitu: pendidikan! Setiap orang tua pasti akan berusaha untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak2 nya sebagai bekal bagi masa depan buah hatinya. Oleh karena itu, Putri akhirnya memutuskan untuk memulai bisnis di bidang pendidikan.</p>
<p>Berbekal keahliannya dalam bidang bahasa Jepang, Putri berminat untuk mendirikan kursus bahasa Jepang dengan metode khusus yang dia temukan berdasarkan pengalamannya dahulu waktu belajar bahasa Jepang tersebut. Metode tersebut dapat mempermudah seorang anak dalam mempelajari bahasa Jepang, berikut penulisan huruf-huruf kanji yang rumit.<br />
Ketika dia sudah membulatkan tekad untuk membuka kursus di bidang Bahasa Jepang, yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah: Bagaimana dia harus memulai? Bagaimana cara mengurus ijin2 untuk mendirikan kursus tersebut? Apakah dia akan membentuk usaha sendiri ataukah bersama-sama dengan seorang partner? Apakah bentuk usaha yang dia inginkan?<br />
Sebagai salah seorang sahabat nya, saya memberikan saran dan langkah-langkah yang harus dia ambil, dengan urut2an sebagai berikut:<br />
I. Dia harus menentukan apakah dia akan berpartner dengan orang lain dalam membuka kursus tersebut, ataukah dia akan menjalankannya sendirian saja?<br />
Karena pada dasarnya, mendirikan lembaga pendidikan yang dikelola oleh swasta maupun negri, baik itu berupa Sekolah Tinggi, Sekolah kejuruan, balai pelatihan, maupun kursus-kursus, sama seperti mendirikan Badan Usaha atau Badan hukum lainnya, yaitu akan didirikan oleh perorangan saja, ataukah akan perpartner dengan membentuk CV, Yayasan maupun PT.<br />
Jika ingin ber solo karier, maka Putri tinggal mengajukan ijin untuk mendirikan kursus tersebut ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (depdikbud) atau lebih tepatnya lagi Dinas Pendidikan Menengah dan tinggi subdinas pendidikan luar sekolah (Dikmenti). Sedangkan jika ingin menggandeng partner kerja, maka Putri bisa membentuk PT, Yayasan atau CV. Cara pendiriannya sama dengan pendirian CV atau PT biasa, namun bedanya pengajuan ijin usahanya tidak pada Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Depperindag) melainkan Dikmenti tersebut.<br />
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dilaksanakan melalui 3 jalur, yaitu: jalur pendidikan formal, non formal, dan informal. Salah satu satuan pendidikan non formal adalah penyelenggaraan kursus.<br />
Berdasarkan pasal 10 ayat 1 Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 261/U/1999 tentang Penyelenggaraan Kursus, dinyatakan bahwa setiap penyelenggara kursus wajib memperoleh ijin dari instansi yang berwenang (dalam hal ini Depdiknas).<br />
Adapun syarat-syarat administrative yang harus dipenuhi baik untuk perorangan maupun badan usaha atau badan hukum adalah:<br />
1. Mengisi formulir yang telah disediakan di kantor suku dians Dikmenti kotamdya<br />
2. Melampirkan foto copy akta notaries bagi yang berbentuk yayasan<br />
3. Melampirkan foto copy KTP baik pemilik/penyelenggara, maupun penanggung jawab teknis edukatif.<br />
4. Melampirkan foto copy ijazah bagi pemilik/penyelenggara, penanggung jawab teknis edukatif maupun tenaga pendidik.<br />
5. Melampirkan Daftar Riawayat Hidup Pemilik/Penyelenggara dan penanggung jawab teknis edukatif<br />
6. Melampirkan surat keterangan kelakukan baik pemilik/penyelenggara dari Kepolisian.<br />
7. Melampirkan kurikulum jenis kursus yang bersangkutan<br />
8. Melampirkan tata tertib kursus<br />
9. Melampirkan denah/peta lokasi kursus<br />
10. Melampirkan pasfoto pemilik/penyelenggara dan penanggung Jawab Teknis Edukatif ukuran 4 X 6 masing-masing sebanyak 5 lembar<br />
11. Melampirkan Surat Rekomendasi dari DPC HIPKI<br />
12. Melampirkan materai Rp. 6.000 sebanyak 1 (satu) buah)<br />
13. Melampirkan surat keterangan domisili usaha dari kecamatan.<br />
Jadi, jika Putri memilih bentuk perorangan atas namanya sendiri, maka dia cukup membuat keterangan domisili usaha dan memenuhi syarat-syarat tersebut di atas. Tapi, jika Putri memilih untuk membentuk CV, Yayasan ataupun PT bersama seorang atau lebih teman2nya, maka dia harus melalui prosedur pendirian CV, Yayasan ataupun PT yang standar dulu, baru bisa mengajukan ijin2 tersebut.<br />
II. Prosedur Pendaftaran<br />
1. Untuk Memperoleh Status terdaftar, maka prosedur yang harus dilalui adalah sebagai berikut:<br />
a. Persyaratan administrative dibuat 5 rangkap dan masing-masing dimasukkan dalam map snelhekter<br />
b. Formulir yang telah diisi di tanda-tangani oleh pemohon berikut lampiran-lampirannya dibawa dan diserahkan ke Sudin Dikmenti kotamadya setempat dalam hal ini subdinas pendidikan luar sekolah<br />
c. Berkas permohonan tersebut kemudian diteliti oleh petugas pendaftaran pada seksi pendidikan luar sekolah suku dinas Dikmenti kotamadya<br />
d. Apabila sudah lengkap semua persyaratan yang harus dipenuhi, petugas pendaftaran segera membuat tanda terima berkas permohonan ijin kursus<br />
e. Berdasarkan permohonan dan kesepakatan antara pemohon dan petugas yang terdiri dari suatu team, akan melakukan survey lapangan untuk mengadakan studi kelayakan terhadap permohonan tersebut<br />
f. Permohonan yang memenuhi syarat baik secara teknis maupun administrative akan diberikan Surat Tanda Bukti Pendaftaran Kursus oleh Kepala Suku Dinas Dimenti Kotamadya setempat<br />
g. Tanda bukti pendaftaran kursus tersebut berlaku selama 6 (enam) bulan terhting sejak surat tersebut di tanda-tangani.<br />
2. Jenjang tipe kursus<br />
Setelah dipenuhinya prosedur awal, maka akan dilanjutkan dengan pemberian tipe kursus yang akan diberikan oleh Dikmenti, yaitu Tipe A, Tipe B dan TIpe C, dimana :<br />
-Ijin Tahap/type C berlaku 1 tahun, yang mana akan diterbitkan oleh Suku Dinas Dikmenti Kotamadya<br />
-Ijin Tahap/type B berlaku 2 -3 tahun, yang mana akan diterbitkan oleh DInas Dikmenti Propinsi<br />
-Ijin Tahap/type A berlaku 4 -5 tahun, yang mana akan diterbitkan oleh Dinas Dikmenti Propinsi<br />
Jadi, untuk memperoleh status ijin tersebut, maka pertama-tama harus memenuhi prosedur sebagai berikut:<br />
a. Lembaga kursus Diklusemas yang telah memiliki tanda bukti pendaftaran kursus akan dimonitor secara terus menerus oleh Kepala seksi PLS<br />
b. Lembaga kursus Diklusemas yang telah melaksanakan kegiatan/program pembelajaran dengan baik sesuai dengan kententuan yang berlaku selama 6 bulan, kepala suku dinas kotamadya akan memberikan ijin yang berlaku selama 1 tahun dengan tipe C.<br />
III. Kemana dia harus mengajukan permohonan ijin-ijin tersebut?<br />
Pengajuan permohonan ijin pendirian kursus tersebut dilakukan berdasarkan lokasi tempat usaha dari kursus yang akan didirikan. Jika berbentuk PT, CV ataupun Yayasan, maka harus di ajukan di tempat kedudukan dari PT, CV ataupun Yayasan tersebut. Untuk wilayah DKI Jakarta, tempat pendaftaran ijin kursus tersebar di 5 (lima) wilayah kotamadya, yaitu:<br />
Jakarta Pusat<br />
Suku Dinas Dimenti Kotamadya Jakarta Pusat, Jl. Salemba Raya No. 15<br />
Tlp (021) 392-6607, Fax: (021) 3923219<br />
Jakarta Barat<br />
Suku Dinas Dimenti Kotamadya JakartaBarat , Kompleks Perumahan KOPTI Jl. H. Aseni Semanan – Kalideres Fax: (021) 5407326<br />
Jakarta Utara<br />
Suku Dinas Dimenti Kotamadya Jakarta Utara, Jl. Bendungan Melayu Utara No. 22<br />
Tlp (021) 430-2364, Fax: (021) 4390570<br />
Jakarta Timur<br />
Suku Dinas Dimenti Kotamadya Jakarta Timur<br />
Jl. Sentra Primer Baru Blok B – Kantor Walikota Jakarta Timur<br />
Tlp (021) 4802053/54, Fax: (021) 4802072<br />
Jakarta Selatan<br />
Suku Dinas Dimenti Kotamadya Jakarta Selatan,<br />
Jl. Trunojoyo No. 1 Lantai VI<br />
Tlp/Fax: (021) 725-6847<br />
IV. Mengajukan Pendaftaran Merek, Hak Cipta atau Paten<br />
Karena Putri memiliki bentuk kursus dengan metode yang unik dan belum pernah diajarkan di Indonesia, maka saya menyarankan kepadanya untuk mengajukan pendaftaran Hak Cipta atas penemuan metode tersebut dan sekaligus juga mendaftarkan Merk atas hasil karya tersebut ke Direktorat Jendral HAKI Departemen Hukum dan HAM RI yang terletak di Jl. Daan Mogot – Tangerang.<br />
V. Bagaimana jika Putri akan membeli franchise pendidikan oleh lembaga-lembaga kursus yang sudah ada di Indonesia?<br />
Seperti halnya system franchise pada umumnya, maka Putri tinggal menghubungi lembaga yang menyediakan franchise tersebut. Pihak franchisor sudah memiliki syarat-syarat standard yang harus dipenuhi oleh pihak-pihak lain yang akan membeli franchise mereka. Demikian pula mengenai prosedur pendirian lembaga kursus yang dijual secara franchise tersebut. Biasanya franchisor akan membantu para franchisee (pihak yang membeli lisensi atau ijin tersebut) untuk mendirikan kursus-kursus dimaksud.<br />
Akhirnya, setelah mendengar penjelasan dari saya, Putri sudah mulai bisa menentukan bentuk kursus yang dia inginkan dan mulai mengajukan permohonan pendirian lembaga kursus atas namanya sendiri. Syukur Alhamdulillah,… sekarang kursus yang dia dirikan tidak hanya bisa membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, malah bisa sukses menjadi tulang punggung penghasilan keluarga. Saat ini dia sudah tertarik untuk dan mempelajari kemungkinan untuk menjual system pengajarannya tersebut dengan cara franchise.</p>
<p>Sumber: http://irmadevita.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkusip.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkusip.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parkusip.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parkusip.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parkusip.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parkusip.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parkusip.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parkusip.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parkusip.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parkusip.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parkusip.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parkusip.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parkusip.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parkusip.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=252&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/23/pendirian-lembaga-kursus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afed3f4e6456dc301c697437ef4795c7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parkusip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proses teknis pendirian PT</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/proses-teknis-pendirian-pt/</link>
		<comments>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/proses-teknis-pendirian-pt/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 08:54:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parkusip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bentuk Badan Usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkusip.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 22 Juli 2009 1.Pemesanan nama ps. 9 (2) (+ 3 hari) -kuasa pengurusan hanya bisa kepada Notaris -dalam jangka waktu maksimal 60 hari, harus diajukan pengesahannya ke Departemen Kehakiman atau nama menjadi expired 2. Pembuatan akta Notaris (ps. 7 (1)) 3. Pengurusan ijin domisili &#38; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perseroan sekaligus pembayaran Penerimaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=250&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu, 22 Juli 2009</p>
<p>1.Pemesanan nama ps. 9 (2) (+ 3 hari)<br />
-kuasa pengurusan hanya bisa kepada Notaris<br />
-dalam jangka waktu maksimal 60 hari, harus diajukan<br />
pengesahannya ke Departemen Kehakiman atau nama menjadi<br />
expired<br />
2. Pembuatan akta Notaris (ps. 7 (1))<br />
3. Pengurusan ijin domisili &amp; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)<br />
Perseroan sekaligus pembayaran Penerimaan Negara Bukan<br />
Pajak (PNBP) &amp; Berita Negara Republik Indonesia (BNRI) (jangka<br />
waktu + 2 minggu)<span id="more-250"></span><br />
4. Pembukaan rekening Perseroan dan menyetorkan modal ke kas<br />
Perseroan<br />
5. Permohonan pembuatan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)<br />
atau Ijin Usaha lain yang terkait sesuai dengan maksud &amp;<br />
tujuan usaha ( jangka waktunya + 2 minggu)<br />
6. Pembuatan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sekaligus<br />
Pendaftaran Perseroan untuk memenuhi criteria Wajib Daftar<br />
Perusahaan (WDP) (jangka waktunya + 2 minggu sejak berkas<br />
lengkap). Pada waktu pendaftaran, asli-asli dokumen harus<br />
diperlihatkan<br />
7. Pengumuman pada BNRI (jangka waktu + 3 bulan)</p>
<p>Lihat juga artikel perihal “Pendirian Perseroan Terbatas (PT)”.</p>
<p>Sumber: http://irmadevita.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkusip.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkusip.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parkusip.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parkusip.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parkusip.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parkusip.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parkusip.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parkusip.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parkusip.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parkusip.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parkusip.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parkusip.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parkusip.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parkusip.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=250&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/proses-teknis-pendirian-pt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afed3f4e6456dc301c697437ef4795c7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parkusip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prosedur pendirian CV</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/prosedur-pendirian-cv/</link>
		<comments>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/prosedur-pendirian-cv/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 08:49:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parkusip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bentuk Badan Usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkusip.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 22 Juli 2009 CV atau Comanditaire Venootschap adalah bentuk usaha yang merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha dengan modal yang terbatas. Karena, berbeda dengan PT yang mensyaratkan minimal modal dasar sebesar Rp. 50jt dan harus di setor ke kas Perseroan minimal 25%nya, untuk CV tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=248&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu, 22 Juli 2009</p>
<p> CV atau Comanditaire Venootschap adalah bentuk usaha yang merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha dengan modal yang terbatas. Karena, berbeda dengan PT yang mensyaratkan minimal modal dasar sebesar Rp. 50jt dan harus di setor ke kas Perseroan minimal 25%nya, untuk CV tidak ditentukan jumlah modal minimal. <span id="more-248"></span>Jadi, misalnya seorang pengusaha ingin berusaha di industri rumah tangga, percetakan, biro jasa, perdagangan, catering, dll dengan modal awal yang tidak terlalu besar, dapat memilih CV sebagai alternatif Badan Usaha yang memadai.Apakah bedanya CV dengan PT?</p>
<p>Perbedaan yang mendasar antara PT dan CV adalah, PT merupakan Badan Hukum, yang dipersamakan kedudukannya dengan orang dan mempunyai kekayaan yang terpisah dengan kekayaan para pendirinya. Jadi, PT dapat bertindak keluar baik di dalam maupun di muka pengadilan sebagaimana halnya dengan orang, serta dapat memiliki harta kekayaan sendiri. Sedangkan CV, dia merupakan Badan Usaha yang tidak berbadan hukum, dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari kekayaan CV.</p>
<p>Karakteristik CV yang tidak dimiliki Badan Usaha lainnya adalah: CV didirikan minimal oleh dua orang, dimana salah satunya akan bertindak selaku Persero Aktif (persero pengurus) yang nantinya akan bergelar Direktur, sedangkan yang lain akan bertindak selaku Persero Komanditer (Persero diam). Seorang persero aktif akan bertindak melakukan segala tindakan pengurusan atas Perseroan; dengan demikian, dalam hal terjadi kerugian maka Persero Aktif akan bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk mengganti kerugian yang dituntut oleh pihak ketiga. Sedangkan untuk Persero Komanditer, karena dia hanya bertindak selaku sleeping partner, maka dia hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetorkannya ke dalam perseroan.</p>
<p>Perbedaan lain yang cukup penting antara PT dengan CV adalah, dalam melakukan penyetoran modal pendirian CV, di dalam anggaran dasar tidak disebutkan pembagiannya seperti halnya PT. Jadi, para persero harus membuat kesepakatan tersendiri mengenai hal tersebut, atau membuat catatan yang terpisah. Semua itu karena memang tidak ada pemisahan kekayaan antara CV dengan kekayaan para perseronya.</p>
<p>BAGAIMANA CARA MENDIRIKAN CV?</p>
<p>CV dapat didirikan dengan syarat dan prosedur yang lebih mudah daripada PT, yaitu hanya mensyaratkan pendirian oleh 2 orang, dengan menggunakan akta Notaris yang berbahasa Indonesia. Walaupun dewasa ini pendirian CV mengharuskan adanya akta notaris, namun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dinyatakan bahwa pendirian CV tidak mutlak harus dengan akta Notaris.</p>
<p>Pada saat para pihak sudah sepakat untuk mendirikan CV, maka dapat datang ke kantor Notaris dengan membawa KTP. Untuk pendirian CV, tidak diperukan adanya pengecekan nama CV terlebih dahulu. Oleh karena itu proses nya akan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan pendirian PT.<br />
Namun demikian, dengan tidak didahuluinya dengan pengecekan nama CV, menyebabkan nama CV sering sama antara satu dengan yang lainnya.<br />
Pada waktu pendirian CV, yang harus dipersiapkan sebelum datang ke Notaris adalah adanya persiapan mengenai:<br />
1. Calon nama yang akan digunakan oleh CV tersebut<br />
2. tempat kedudukan dari CV<br />
3. Siapa yang akan bertindak selaku Persero aktif, dan siapa yang akan bertindak selaku persero diam.<br />
4. Maksud dan tujuan yang spesifik dari CV tersebut (walaupun tentu saja dapat mencantumkan maksud dan tujuan yang seluas-luasnya).</p>
<p>Untuk menyatakan telah berdirinya suatu CV, sebenarnya cukup hanya dengan akta Notaris tersebut, namun untuk memperkokoh posisi CV tersebut, sebaiknya CV tersebut di daftarkan pada Pengadilan Negeri setempat dengan membawa kelengkapan berupa Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) dan NPWP atas nama CV yang bersangkutan.</p>
<p>Apakah itu akta, SKDP, NPWP dan pendaftaran pengadilan saja sudah cukup?<br />
Sebenarnya semua itu tergantung pada kebutuhannya. Dalam menjalankan suatu usaha yang tidak memerlukan tender pada instansi pemerintahan, dan hanya digunakan sebagai wadah berusaha, maka dengan surat-surat tersebut saja sudah cukup untuk pendirian suatu CV. Namun, apabila menginginkan ijin yang lebih lengkap dan akan digunakan untuk keperluan tender, biasanya dilengkapi dengan surat-surat lainnya yaitu:<br />
1. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP)<br />
2. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)<br />
3. Tanda Daftar Perseroan (khusus CV)<br />
4. Keanggotaan pada KADIN Jakarta.</p>
<p>Pengurusan ijin-ijin tersebut dapat dilakukan bersamaan sebagai satu rangkaian dengan pendirian CV dimaksud, dengan melampirkan berkas tambahan berupa:<br />
1. Copy kartu keluarga Persero Pengurus (Direktur) CV<br />
2. Copy NPWP Persero Pengurus (Direktur) CV<br />
3. Copy bukti pemilikan atau penggunaan tempat usaha, dimana<br />
a. apabila milik sendiri, harus dibuktikan dengan copy sertifikat dan copy bukti<br />
pelunasan PBB th terakhir<br />
b. apabila sewa kepada orang lain, maka harus dibuktikan dengan adanya<br />
perjanjian sewa menyewa, yang dilengkapi dengan pembayaran pajak sewa<br />
(Pph) oleh pemilik tempat.<br />
sebagai catatan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta, untuk wilayah Jakarta, yang<br />
dapat digunakan sebagai tempat usaha hanyalah Rumah toko, pasar atau perkantoran.<br />
Namun ada daerah-daerah tertentu yang dapat digunakan sebagai tempat usaha yang<br />
tidak membayakan lingkungan, asalkan mendapat persetujuan dari RT/RW setempat<br />
4. Pas photo ukuran 3X4 sebanyak 4 lembar dengan latar belakang warna merah</p>
<p>Jangka waktu pengurusan semua ijin-ijin tersebut dari pendirian sampai dengan selesai lebih kurang selama 2 bulan.</p>
<p>Sebagai penutup, saya sarankan agar dalam mendirikan suatu bidang usaha, alangkah baiknya untuk dipertimbangkan dari segala segi, tidak hanya dari segi kepraktisannya, namun juga dari segi pembagian resiko di antara para persero, agar tidak terjadi pertentangan di kemudian hari.</p>
<p>Sumber: http://irmadevita.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkusip.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkusip.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parkusip.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parkusip.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parkusip.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parkusip.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parkusip.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parkusip.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parkusip.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parkusip.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parkusip.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parkusip.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parkusip.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parkusip.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=248&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/prosedur-pendirian-cv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afed3f4e6456dc301c697437ef4795c7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parkusip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prosedur pendirian PT</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/prosedur-pendirian-pt/</link>
		<comments>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/prosedur-pendirian-pt/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 08:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parkusip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bentuk Badan Usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/prosedur-pendirian-pt/</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 22 Juli 2009 Dalam melangsungkan suatu bisnis, para pengusaha membutuhkan suatu wadah untuk dapat bertindak melakukan perbuatan hukum dan bertansaksi. Pemilihan jenis badan usaha ataupun badan hukum yang akan dijadikan sebagai sarana usaha tergantung pada keperluan para pendirinya. Sarana usaha yang paling populer digunakan adalah Perseroan terbatas (PT), karena memiliki sifat, ciri khas dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=247&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu, 22 Juli 2009</p>
<p>Dalam melangsungkan suatu bisnis, para pengusaha membutuhkan suatu wadah untuk dapat bertindak melakukan perbuatan hukum dan bertansaksi. Pemilihan jenis badan usaha ataupun badan hukum yang akan dijadikan sebagai sarana usaha tergantung pada keperluan para pendirinya. Sarana usaha yang paling populer digunakan adalah Perseroan terbatas (PT), karena memiliki sifat, ciri khas dan <span id="more-247"></span>keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bentuk badan usaha lainnya, yaitu:<br />
•Merupakan bentuk persekutuan yang berbadan hukum<br />
•Merupakan kumpulan modal/saham<br />
•Memiliki kekayaan yang terpisah dari kekayaan para perseronya<br />
•Pemegang saham memiliki tanggung jawab yang terbatas<br />
•Adanya pemisahan fungsi antara pemegang saham dan pengurus<br />
atau direksi<br />
•Memiliki komisaris yang berfungsi sebagai pengawas<br />
•Kekuasaan tertinggi berada pada RUPS</p>
<p>Dasar Hukum pembentukan PT, masing-masing sebagai berikut:<br />
•PT Tertutup (PT Biasa) : berdasarkan UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas ( ii-companylawelucidation-law40.pdf )</p>
<p>•PT. Terbuka (PT go public):<br />
berdasarkan UU No. 40/2007 dan UU No. 8/1995 tentang Pasar<br />
Modal</p>
<p>•PT. PMDN : berdasarkan UU No. 6/1968 juncto UU No. 12/1970</p>
<p>•PT. PMA : berdasarkan UU No. 1/1967 juncto UU No. 11/1970 tentang PMA</p>
<p>•PT. PERSERO<br />
berdasarkan UU No. 9/1968 tentang Bentuk-Bentuk Usaha Negara<br />
juncto PP No. 12/1998 tentang Perusahaan Perseroan</p>
<p>Adapun syarat-syarat pendirian PT secara formal berdasarkan UU No. 40/2007 (i-company-law-law-40.pdf) adalah sebagai berikut:<br />
1.Pendiri minimal 2 orang atau lebih (ps. 7(1))<br />
2.Akta Notaris yang berbahasa Indonesia<br />
3.Setiap pendiri harus mengambil bagian atas saham, kecuali dalam<br />
rangka peleburan (ps. 7 ayat 2 &amp; ayat 3)<br />
4.Akta pendirian harus disahkan oleh Menteri kehakiman dan<br />
diumumkan dalam BNRI (ps. 7 ayat 4)<br />
5.Modal dasar minimal Rp. 50jt dan modal disetor minimal 25% dari<br />
modal dasar (ps. 32, ps 33)<br />
6.Minimal 1 orang direktur dan 1 orang komisaris (ps. 92 ayat 3 &amp;<br />
ps. 108 ayat 3)<br />
7.Pemegang saham harus WNI atau Badan Hukum yang didirikan<br />
menurut hukum Indonesia, kecuali PT. PMA</p>
<p>Sedangkan persyaratan material berupa kelengkapan dokumen yang harus disampaikan kepada Notaris pada saat penanda-tanganan akta pendirian adalah:</p>
<p>1. KTP dari para Pendiri (minimal 2 orang dan bukan suami isteri).<br />
Kalau pendirinya cuma suami isteri (dan tidak pisah harta) maka,<br />
harus ada 1 orang lain lagi yang bertindak sebagai pendiri/<br />
pemegang saham<br />
2. Modal dasar dan modal disetor.<br />
Untuk menentukan besarnya modal dasar, modal ditempatkan<br />
dan modal disetor ada strateginya. Karena semua itu tergantung<br />
pada jenis/kelas SIUP yang di inginkan. Penentuan kelas SIUP<br />
bukan berdasarkan besarnya modal dasar, melainkan<br />
berdasarkan besarnya modal disetor ke kas Perseroan.<br />
Kriterianya adalah:<br />
1. SIUP Kecil modal disetor s/d Rp. 200jt<br />
2. SIUP Menengah modal disetor Rp. 201jt s/d Rp. 500jt<br />
3. SIUP Besar modal disetor &gt; Rp. 501jt</p>
<p>Besarnya modal disetor sebaiknya maksimum sampai dengan 50% dari modal dasar, untuk memberikan kesempatan bagi Perusahaan apabila sewaktu-waktu akan mengeluarkan saham dalam simpanan, tidak perlu meningkatkan modal dasar lagi. Namun demikian, boleh juga modal dasar = Modal disetor. Tergantung dari kebutuhan.</p>
<p>3. Jumlah saham yang diambil oleh masing-masing pendiri<br />
(presentase nya)<br />
Misalnya: A = 25% B = 50% C = 25%<br />
4. Susunan Direksi dan komisaris serta jumlah Dewan Direksi dan Dewan Komisaris</p>
<p>Sedangkan untuk ijin2 perusahaan berupa surat keterangan domisili Perusahaan, NPWP perusahaan, SIUP, TDP/WDP dan PKP, maka dokumen-dokumen pelengkap yang diperlukan adalah:<br />
1. Kartu Keluarga Direktur Utama<br />
2. NPWP Direksi (kalau tidak ada, minimal Direktur Utama)<br />
3. Copy Perjanjian Sewa Gedung berikut surat keterangan domisili<br />
dari pengelola gedung (apabila kantornya berstatus sewa)<br />
apabila berstatus milik sendiri, yang dibutuhkan:<br />
-copy sertifikat tanah dan<br />
-copy PBB terakhir berikut bukti lunasnya<br />
4. Pas photo Direktur Utama/penanggung jawab ukuran 3X4<br />
sebanyak 2 lembar<br />
5. Foto kantor tampak depan, tampak dalam (ruangan berisi meja,<br />
kursi, komputer berikut 1-2 orang pegawainya). Biasanya ini<br />
dilakukan untuk mempermudah pada waktu survey lokasi untuk<br />
PKP atau SIUP<br />
6. Stempel perusahaan (sudah ada yang sementara untuk pengurusan ijin2).</p>
<p>Penting untuk diketahui, bahwa pada saat tanda-tangan akta pendirian, dapat langsung diurus ijin domisili, dan NPWP. Setelah itu bisa membuka rekening atas nama Perseroan. Setelah rekening atas nama perseroan dibuka,maka dalam jangka waktu max 1 bulan sudah harus menyetor dana sebesar Modal disetor ke rekening perseroan, utk dapat diproses pengesahannya. Karena apabila lewat dari 60 (enam puluh) hari sejak penanda-tanganan akta, maka perseroan menjadi bubar berdasarkan pasal 10 ayat 9 UU PT No. 40/2007.</p>
<p>Lihat artikel perihal : Proses Teknis Pendirian PT</p>
<p>sumber: http://irmadevita.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkusip.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkusip.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parkusip.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parkusip.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parkusip.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parkusip.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parkusip.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parkusip.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parkusip.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parkusip.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parkusip.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parkusip.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parkusip.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parkusip.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=247&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/prosedur-pendirian-pt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afed3f4e6456dc301c697437ef4795c7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parkusip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malu mengeluh</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/malu-mengeluh/</link>
		<comments>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/malu-mengeluh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 02:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parkusip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/malu-mengeluh/</guid>
		<description><![CDATA[Rabu, 22 Juli 2009 Pernahkah anda mendengar seseorang mengatakan bahwa manusia itu adalah mahluk yang suka berkeluh kesah? Saya mendengar itu sudah sangat lama. Mungkin ketika saya masih kecil. Dan sekarang setelah memasuki usia dewasa, saya mendapati bahwa hal itu benar adanya. Kenyataannya, sangat mudah bagi kita untuk mengeluhkan tentang ini dan itu. Kita bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=246&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rabu, 22 Juli 2009</p>
<p>Pernahkah anda mendengar seseorang mengatakan bahwa manusia itu adalah mahluk yang suka berkeluh kesah? Saya mendengar itu sudah sangat lama. Mungkin ketika saya masih kecil. Dan sekarang setelah memasuki usia dewasa, saya mendapati bahwa hal itu benar adanya. Kenyataannya, sangat mudah bagi kita untuk mengeluhkan tentang ini dan itu. Kita bisa mengeluh tentang penghasilan. Kita bisa mengeluh tentang pekerjaan. Tentang kesehatan. Tentang atap rumah yang bocor. Tentang jerawat yang membandel. <span id="more-246"></span>Tentang sariawan akibat bibir tergigit secara tidak sengaja. Bahkan, kita mengeluh karena terlalu banyak hal yang harus kita keluhkan. Lantas, kapan kita akan berhenti mengeluh? </p>
<p>Belum lama ini saya bertemu dengan seseorang yang saya kagumi. Sebenarnya, pertemuan itu dijadwalkan untuk melakukan wawancara supaya saya bisa memahami kebutuhan perusahaan itu akan program pelatihan yang saya fasilitasi. Selama proses wawancara itu, kami merasa mulai akrab satu sama lain, sehingga kami tidak menyadari bahwa sebelumnya kami sama sekali tidak saling mengenal. Oleh karena itu, setelah semua hal yang saya agendakan untuk didiskusikan dalam wawancara itu selesai, ada perasaan aneh yang kami rasakan, yaitu; kami seolah belum ingin berhenti berdiskusi. Walhasil, pembicaraan kami memasuki ’topik’ yang sifatnya lebih personal. Tepatnya, tentang ’konsep diri’ masing-masing. Lebih tepatnya lagi; saya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan konsep diri beliau. Sebab, saya lebih banyak mengeksplorasi dan mendengar daripada mengemukan pandangan saya sendiri. </p>
<p>Ada begitu banyak pelajaran yang saya dapatkan. Namun, satu hal yang bisa saya paparkan disini adalah tentang pandangan beliau mengenai rasa malu. Rasa malu? Ya, rasa malu. Tetapi, ini bukan rasa malu kita dihadapan sesama manusia. Melainkan rasa malu kepada Tuhan. Hebatnya lagi, orang yang saya kagumi ini mampu menggambarkan pelajaran penting itu dalam sebuah kalimat sederhana. Maaf, bukan kalimat, melainkan sebuah frase yang dibangun oleh dua kata, yaitu;’Malu Mengeluh’.</p>
<p>Jika kita merasa malu untuk berlari-lari dijalanan dengan tubuh tanpa busana, maka kita tidak akan melakukannya. Itu pasti. Kecuali jika kita sudah kehilangan akal sehat; maka apapun tidak akan membuat kita malu. Bayangkan, apa yang terjadi jika seseorang merasa malu untuk mengeluh. Dia malu kepada Tuhan jika harus mengeluh. Lho, bukankah orang bijak menyarankan agar kita mengadukan segala permasalahan yang kita hadapi itu kepada Tuhan? Benar. Namun, mengeluh bukanlah istilah lain dari frase ’mengadukan setiap permasalahan kepada Tuhan’.</p>
<p>Ketika kita mengadukan persoalan hidup kepada Tuhan, kita mengakui bahwa diri ini memang lemah. Dan kita berharap agar Tuhan berkenan untuk memberikan bantuan. Sedangkan mengeluh? Ini beda. Sebab, ketika kita mengeluh kita merasa ada sesuatu yang salah dengan takdir ini. Sehingga, ketika mengeluh sesungguhnya kita seperti menyalahkan nasib atas semua hal yang kita alami. Padahal, ada banyak bukti bahwa keluhan yang kita lontarkan selalu bersumber kepada kurangnya rasa syukur kita atas semua pencapaian yang sudah kita raih. Itulah sebabnya, mengapa ’mengeluh’ itu bukan monopoli orang susah. Orang yang sukses pun sangat terampil mengeluh. Ibaratnya, si A mengeluhkan nasibnya yang tidak sebaik si B. Sebaliknya, si B mengeluhkan takdirnya yang tidak senyaman si A. Anehnya, jika saja si A dan si B saling bertukar posisi; belum tentu mereka akan berhenti mengeluh.</p>
<p>Sahabat baru saya itu bercerita tentang berbagai pencapaian yang pernah diraihnya. Baik pencapaian karir profesionalnya, maupun pencapaian dalam bidang kehidupan lain. Semua itu cukup untuk membuat saya mengagumi semua pencapaian beliau. Tidak banyak orang yang bisa seperti dirinya. Tentu saya tidak bermaksud melebih-lebihkan. Karena kenyataannya manusia memang tidak sempurna. Namun, diantara ketidaksempurnaan itu; ada orang-orang yang amat diberkati. Lalu dia berkata; ”Itulah sebabnya, saya merasa malu untuk mengeluh&#8230;&#8230;”</p>
<p>Saya tersentak mendengar itu. Sebab, kalimat itu benar-benar menohok jantung saya. Memang, tidak ada satu manusia pun yang kehidupannya selalu indah. Sebab, kita percaya bahwa kehidupan itu seperti roda. Kadang diatas, kadang dibawah. Tetapi, orang-orang yang senantiasa berterimakasih atas semua pengalaman diri ketika roda kehidupannya tengah berada diatas; adalah mereka yang tidak hendak menghapus semua keindahan itu dengan kesulitan yang dia hadapi saat roda kehidupan tengah menekannya dibawah.</p>
<p>Ketika kita sungguh-sungguh berterimakasih atas sebuah berkat, maka kita tidak akan mengeluh ketika tengah diuji dengan sebuah situasi sulit. Sebaliknya, kita semakin berterimakasih karena ternyata nikmat yang dulu pernah didapat itu begitu bernilai. Dan ketika kita begitu khusyuknya bersyukur, kita lupa untuk mengeluh. Bahkan, sekalipun kita ingat; kita tidak jadi mengeluh. Karena, kita malu untuk mengeluh. Oleh karenanya, yang terucap dan tertindak tiada lain adalah ungkapan penghargaan atas semua kenikmatan yang telah Tuhan anugerahkan. Sekalipun Tuhan tengah mengujinya, tetapi kita merasa malu mengeluh. Lalu kembali berterima kasih. Duh, betapa santunnya seorang hamba ketika terus berterimakasih, bahkan ketika tengah berada dalam ujian. Pantaslah jika semakin hari, dia semakin disayang oleh Tuhan.</p>
<p>Oleh : Dadang Kadarusman  </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkusip.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkusip.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parkusip.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parkusip.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parkusip.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parkusip.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parkusip.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parkusip.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parkusip.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parkusip.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parkusip.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parkusip.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parkusip.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parkusip.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=246&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/22/malu-mengeluh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afed3f4e6456dc301c697437ef4795c7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parkusip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semua terjadi karena suatu alasan</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/17/semua-terjadi-karena-suatu-alasan/</link>
		<comments>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/17/semua-terjadi-karena-suatu-alasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 03:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parkusip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[do'a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkusip.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Jum&#8217;at, 17 Juli 2009 Do&#8217;a dan permintaan kita kepada Allah  SWT kadang dikabulkan dan terkadang tidak dikabulkan, kalau tidak dikabulkan tentunya karena suatu alasan tertentu yang mana pikiran dan nalar kita belum mampu menjangkau alasan dibalik penolakan tersebut. Coba kita simak cerita berikut ini: Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=242&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jum&#8217;at, 17 Juli 2009</p>
<p>Do&#8217;a dan permintaan kita kepada Allah  SWT kadang dikabulkan dan terkadang tidak dikabulkan, kalau tidak dikabulkan tentunya karena suatu alasan tertentu yang mana pikiran dan nalar kita belum mampu menjangkau alasan dibalik penolakan tersebut.</p>
<p>Coba kita simak cerita berikut ini:</p>
<p>Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa.<br />
Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat.<br />
<span id="more-242"></span><br />
Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.</p>
<p>Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat<br />
ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang<br />
guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington . Tiap hari aku berlari ke<br />
kotak pos.</p>
<p>Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabul. Aku lolos penyisihan pertama.<br />
Ini benar-benar terjadi padaku.</p>
<p>Selama beberapa minggu berikut, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test<br />
fisik dan mental. Begitu test seles ai , aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin<br />
dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti<br />
program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center .</p>
<p>Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang<br />
berkumpul untuk penil ai an akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan,<br />
percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ? &#8230;<br />
Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.</p>
<p>Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah.<br />
Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi.</p>
<p>Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan<br />
semuanya. Kenapa Tuhan? &#8230; Kenapa bukan aku? &#8230; Bagian diriku yang mana yang kurang? &#8230;<br />
Mengapa aku diperlakukan kejam? &#8230;</p>
<p>Aku berpaling pada ayahku. Katanya,&#8221;Semua terjadi karena suatu alasan.&#8221;</p>
<p>Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran<br />
Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk<br />
terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.<br />
Kenapa bukan aku?. Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan<br />
menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang..</p>
<p>Aku teringat kata-kata ayahku,&#8221;Semua terjadi karena suatu alasan.&#8221; Aku tidak terpilih dalam<br />
penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan l ai n<br />
untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi l ai n dalam hidup. Aku tidak kalah; aku<br />
seorang pemenang.</p>
<p>Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada<br />
Tuhan karena <span style="text-decoration:underline;">tidak semua</span> doaku dikabulkan.<span style="font-weight:bold;"></span></p>
<p>Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :</p>
<p>1. Apabila Tuhan mengatakan YA; maka kita akan MENDAPATKAN APA YANG KITA MINTA<br />
2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK; maka kita akan mendapatkan yang LEBIH BAIK<br />
3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU; maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan<br />
kehendak- NYA</p>
<p>Tuhan tidak pernah terlambat, DIA juga tidak tergesa-gesa namun DIA tepat waktu&#8230;.</p>
<p><span style="font-weight:bold;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkusip.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkusip.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parkusip.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parkusip.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parkusip.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parkusip.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parkusip.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parkusip.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parkusip.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parkusip.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parkusip.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parkusip.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parkusip.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parkusip.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=242&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/17/semua-terjadi-karena-suatu-alasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afed3f4e6456dc301c697437ef4795c7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parkusip</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Kita Sombongkan?</title>
		<link>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/07/apa-yang-kita-sombongkan/</link>
		<comments>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/07/apa-yang-kita-sombongkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 07:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>parkusip</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://parkusip.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 7 Juli 2009 Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?” Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=237&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 7 Juli 2009</p>
<p>Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”</p>
<p>Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka.</p>
<p>Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. <span id="more-237"></span>Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”</p>
<p>Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.</p>
<p>Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.</p>
<p>Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.</p>
<p>Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.</p>
<p>Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.</p>
<p>Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.</p>
<p>Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.</p>
<p>Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.</p>
<p>Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.</p>
<p>Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri.</p>
<p>Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.</p>
<p>Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/parkusip.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/parkusip.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/parkusip.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/parkusip.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/parkusip.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/parkusip.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/parkusip.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/parkusip.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/parkusip.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/parkusip.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/parkusip.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/parkusip.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/parkusip.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/parkusip.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=parkusip.wordpress.com&amp;blog=7838004&amp;post=237&amp;subd=parkusip&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://parkusip.wordpress.com/2009/07/07/apa-yang-kita-sombongkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afed3f4e6456dc301c697437ef4795c7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">parkusip</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
